Skip to content

Proses Bisnis Indomaret dan analisanya dalam Porter’s 5 force dan 3 generic strategy

April 18, 2013

Tugas GSLC 06 PBY (REVISI)

Elvira Denisya (1401112172)

Albert Dillon(1401113452)

Analisis Porter’s 5 Force dalam Bisnis indomaret

Menurut Five Forces Model ada lima hal yang dapat menentukan tingkat persaingan dan daya tarik pasar dalam suatu industri. Daya tarik dalam konteks ini mengacu pada profitabilitas industri secara keseluruhan. Hasilnya, setelah analisis dilakukan maka akan dapat di nilai apakah industri tersebut masih “menarik” atau “tidak menarik”.

Menurut Five Forces Model, sebuah industri disebut “tidak menarik” bila kombinasi dari five forces menurunkan profitabilitas secara keseluruhan. Sebuah industri disebut menarik bila kombinasinya menunjukkan profitabilitas yang menjanjikan. Tiga dari lima Five Forces merujuk pada persaingan dari sumber eksternal. Sisanya adalah ancaman internal. Berikut ini adalah 5 analisis porter dalam bisnis waralaba, Indomaret.

1. Persaingan Antar Perusahaan Sejenis

Persaingan dalam industri ini masih terus berkembang sampai saat ini dan persaingan  tersebut  cukup  ketat.  Hal  ini  terlihat  dengan  munculnya  minimarket waralaba dan non-waralaba mandiri baru yang merupakan kategori pengecer dan semakin  bertambahnya  pendirian  cabang-cabang  gerai  baru  oleh  perusahaan  ritel.

Tingkat pertumbuhan dalam bisnis ini sangat tinggi, diliat dari keberadaannya hampir di semua tempat dengan jarak yang berdekatan. Contohnya saja Alfamart, Alfamidi yang berlokasi tidak jauh dari Indomaret tersebut dan juga ditambah adanya pesaing baru seperti Lawson yang menyaingi Indomaret plus.

2. Kemungkinan Masuknya Pesaing Baru

Bagi kebanyakan industri, intesitas persaingan kompetitif adalah penentu utama daya saing industri. Hambatan masuk  Hambatan masuk yang rendah akan mengakibatkan suatu industri mengalami penurunan profitabilitas dengan cepat karena semakin meningkatnya persaingan di antara perusahaan dalam satu industri. Sebaliknya dalam Five Forces Model hambatan masuk industri yang tinggi, diasumsikan akan dapat mempertahankan daya tarik industri untuk jangka waktu yang panjang. Sebagai contoh, identitas merek (brand identity) yang kuat seperti yang dimiliki Seven Eleven telah turut melindungi produk-produk tersebut dari serangan pesaing baru sehingga produk tersebut masih dapat mempertahankan posisinya di pasar sebagai salah satu waralaba ternama di dunia.

3. Pengembangan Produk Substitusi

Keberadaan produk diluar bidang batas produk umum meningkatkan kecenderungan pelanggan untuk beralih ke alternatif. Untuk Indomaret, pasar tradisional adalah salah satu produk substitusi karena disana terdapat menjual bahan makanan yang lebih lengkap, yang mungkin saja tidak ada disediakan di Indomaret.

4. Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli / Konsumen

Daya tawar konsumen juga digambarkan sebagai pasar output. kemampuan pelanggan untuk menenmpatkan perusahaan dibawah tekanan, juga akan mempengaruhi pelanggan kepekaan terhadap perubahan harga. pembeli memiliki posisi penting terhadap keberlangsungan hidup perusahaan karena sales revenue yang diperoleh perusahaan berasal dari penjualan produk perusahaan kepada buyer. Kekuatan posisi tawar menawar pembeli lebih kuat dibandingkan perusahaan ritelnya. Hal ini disebabkan perusahaan menjual produk kebutuhan sehari-hari dengan konsumennya  adalah  konsumen akhir.  Konsumen yang  membeli  produk  kebutuhan sehari-hari  pada  saat  ini  peka  terhadap  harga  dikarenakan  keadaan  perekonomian negara yang masih belum stabil. Jadi, perusahaan harus menetapkan harga yang tepat dan memberikan pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kekuatan yang dimiliki pembeli mampu memaksa harga turun, peningkatan pelayan dan kualitas, dalam hal menetapkan harga pada Indomaret ini tidak secara langsung menentukan harga, harga sepenuhnya ditentukan oleh franchisor-nya Indomaret dan harga yang ditawarkan merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar yang sifatnya tetap dan tidak bisa diubah.

5. Kekuatan Tawar-Menawar Penjual / Pemasok

Digambarkan sebagai pasar input. pemasok bahan baku, komponen, tenaga kerja dan jasa kepada perusahaan dapat menjadi sumber kekuatan, ketika ada beberapa pengganti. Apabila perusahaan dapat memperoleh pasokan bahan baku dari beberapa pemasok maka kedudukan perusahaan relatif lebih kuat dibandingkan pemasok sehingga pemasok tidak akan memberikan ancaman berarti bagi perusahaan. Untuk indomaret terdapat banyak jumlah pemasok sehingga tidak akan menjadi persaingan dan ancaman bagi perusahaan.

Porter Generic Strategi

Menurut Porter, jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus memilih prinsip berbisnis, yaitu produk dengan harga tinggi atau produk dengan biaya rendah, bukan kedua-duanya. Berdasarkan prinsip ini, Porter menyatakan terdapat tiga strategi generik yaitu Strategi Diferensiasi (Differentiation), Kepemimpinan Biaya Menyeluruh (Overall Cost Leadership) dan Fokus (Focus).

1. Strategi Differensiasi

Merupakan suatu keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya. Contoh dalam hal ini Indomaret mengadakan perlombaan berhadiah untuk para konsumen, membuka gerai makanan instant jepang, dan juga mengadakan beberapa promosi lainnya yang tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya untuk menarik minat konsumen sebanyak mungkin dan agar perusahaan menjadi beda dari yang lainnya dan memiliki keunikan tersendiri.

2. Strategi Overall Cost Leadership

Dengan strategi ini Indomaret memperhitungkan pesaing daripada pelanggan dengan cara memfokuskan harga jual produk yang murah, sehingga biaya produksi, promosi maupun riset dapat ditekan, bila perlu produk yang dihasilkan hanya sekedar meniru produk dari perusahaan lain. Contohnya dalam persaingan produk sejenis seperti susu dll yang ditekan serendah mungkin agar lebih murah harganya dari pesaingnya sehingga menarik konsumen untuk membeli.

3. Strategi Fokus (focus)

Dalam hal ini Indomaret mengkonsentrasikan pada pangsa pasar yang kecil untuk menghindar dari pesaing dengan menggunakan strategi Kepemimpinan Biaya Menyeluruh atau Diferensiasi. Untuk itu indomaret membuat segmentasi pasar yang lebih menyempit seperti dengan diadakannya Indomaret Point yang lebih fokus kepada pangsa kaum muda dengan menyediakan fasilitas yang lebih lengkap untuk tempat hang out, menyediakan makanan cepat saji, dll yang dimana dalam hal ini kebanyakan peminatnya adalah kaum anak muda.

About these ads

From → Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: